Header Ads

Sunatan Massal Desa Ngancar

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakatnya yang kurang mampu Pemerintah Desa Ngancar bekerjasama dengan PG Redjo Agung , menggelar sunatan massal di Balai desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi,Sabtu(19/03/2017).

Kegiatan ini diikuti 142 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang mayoritas orang tuanya berprofesi sebagai petani dengan melibatkan 20 dokter, 30 perawat dari puskesmas Pitu dan PG Redjo Agung. kegiatan sosial sunatan masal berjalan sangat meriah dengan adanya hiburan badut, anak-anak yang ikut mendapat sarung, foto, bingkisan, dan uang jajan.

Saat kegiatan sunatan masal berlangsung reaksi peserta yang mayoritas anak berumur dibawah 10 tahun inipun bertingkah beraneka ragam ada yang menangis, lari dan sebagainya.

“Sunatan merupakan salah satu kewajiban beragama yang harus dilaksanakan untuk masuk ke dunia kedewasaan dan Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak Indonesia, khususnya Desa Ngancar bisa tumbuh menjadi anak-anak yang sehat,kegiatan ini menyongsong buka giling 2017 semoga berjalan dengan lancar,” ungkap Made Jaya Krisna perwakilan PG Redjo Agung.

Kepala Desa Ngancar, Is Setyo Ngroho menyampaikan bahwa sunatan massal yang dilaksanakan kali ini merupakan kerjasama Pemerintah Desa (PEMDES) Ngancar dengan PG Redjo Agung, bertujuan guna membantu meringankan khususnya beban masyarakat bagi mereka yang kurang mampu. Dia juga menambahkan, untuk melaksanakan kegiatan sosial sunatan masal dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun menurutnya hal ini bentuk budaya peduli, selain kegiatan ini merupakan kepedulian sosial juga untuk membangun budaya sehat di masyarakat.

"Harapan kami akan semakin terbangun budaya sehat di masyarakat karena sunatan selain suatu kewajiban bagi umat muslim, sunatan juga bermanfaat secara medis, karena dapat mencegah risiko terjangkitnya penyakit,” ujar Kepala desa Ngancar yang akrab di panggil mbah Is.

Kegiatan Sunatan masal inipun diapresiasi luar biasa oleh masyarakat Desa Ngancar, salah satu warga yang anaknya mengikuti sunat masal menyampaikan bahwa warga ngacar mengucapkan terima kasih dengan kegiatan ini, karena dapat meringankan beban warga.

“Walau untuk melakukan acara seperti ini biayanya lumayan besar kami berharap bisa diagendakan setiap tahun” ujarnya.

Bapak Made menambahkan program rutin tiap tahun ini untuk kepeduliaan pada masyarakat sekeliling kita yang perlu kita ketahui tebu yg banyak di daerah ngawi adalah pitu dan untuk tahun ini 450 diantaranya madiun, ngawi, nganjuk, blora. Tujuan dari bakti sosial ini adalah program rutin tiap tahun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.