Header Ads

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pembangunan masyarakat desa merupakan program pembangunan yang perlu menghiraukan dan memperhitungkan pola kehidupan yang sedang berlangsung di masyarakat. Pola ini harus diberi nilai dan jangan sekali-kali diubah dengan cara frontal. Kondisi dan potensi spesifik masyarakat setempat perlu diapresiasi. Penghargaan dan pemberian nilai pada kondisi kehidupan dan potensi spesifik masyarakat tersebut, adalah suatu cara menyukseskan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Nilai positif diefektifkan dan dikembangkan, sedangkan nilai yang dipandang negatif diblokir, dan secara perlahan dihilangkan. Sementara itu nilai baru (inovatif) diperkenalkan untuk dihargai masyarakat sebagai nilainya sendiri (Maskun, 1992).

Komunitas desa, yaitu masyarakat dengan berbagai aktifitas dan dinamikanya, berintegrasi dengan sistem nasional melalui apa yang dinamakan sebagai tatanan penghantar (delivering system) dan tatanan peraih (acquiring system). Tatanan penghantar menyediakan berbagai aspek yang meliputi antara lain Iptek, informasi, sarana, modal, pelayanan dan jasa, yang merupakan kebutuhan utama dari tatanan peraih, yakni masyarakat pedesaan (Adjid, 1995).

Agar tatanan peraih benar-benar mampu memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh tatanan penghantar, yang sesungguhnya memang menjadi bagian dari haknya, maka diperlukan proses perubahan perilaku masyarakaat desa agar dapat beradaptasi dengan lingkungan stategisnya, serta dapat mengaktualkan potensi lokal spesifiknya. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui proses learning by doing yang dijalankan secara sinambung, dari waktu ke waktu. Melalui proses ini ditumbuhkan motivasi bisnis dan orientasi komersial masyarakat. Juga dikembangkan kemampuannya untuk memperoleh apa yang dibutuhkan secara efisien dalam dunia nyata yang sangat bersifat kompetitif. Potensi masyarakat perlu diberdayakan. Keinginan mereka untuk memperbaiki kehidupannya perlu ditumbuhkembangkan sehingga menjadi pemicu yang kuat untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan (enterpreneurship).

Sumber : luthfifatah.wordpress.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.